Siapakah Wanita yang Paling Menggemparkan Dunia dalam Sejarah?

Posted on
Siapakah Wanita yang Paling Menggemparkan Dunia dalam Sejarah?
Siapakah Wanita yang Paling Menggemparkan Dunia dalam Sejarah?

Kesaksian palsu seorang gadis 15 tahun yang menyebabkan 100.000 jiwa melayang

Nayirah Al-Sabah

Nyirah Al Sabah seorang gadis lugu nan polos berusia 15 tahun menangis didepan Congressional Human Right Caucus (CHRC), dalam kesaksiannya ia mengatakan bahwa ia melihat tentara irak memindahkan ratusan bayi Kuwait dari inkubator dan membiarkan mereka mati di lantai-lantai rumah sakit sehingga niat Amerika untuk menyerang Irak semakin menggebu-gebu bahkan presiden George Bush Senior mengutip tentang cerita inkubator ini sebanyak enam kali dan senator mengutip sebanyak tujuh kali sebagai alasan untuk pemungutan suara memberi kekuasaan kepada presiden Bush agar mengambil keputusan untuk menyerang Irak.

Keinginan untuk menyerang Irak ini dipicu oleh invasi yang dilakukan Irak yang dipimpin oleh Saddam Husain. Irak mengalami kemerosotan ekonomi yang dipicu oleh rendahnya harga petro dollar akibat kelebihan produksi oleh Kuwait. Kemerosotan ekonomi Irak diakibatkan perang delapan tahun antara Iran-Irak sehingga Irak memiliki utang ke Kuwait dan Arab Saudi.

Irak meminta kedua negera tersebut untuk menghapus utang-utangnya namun ternyata ditolak. Selain itu pemerintahan Irak menuduh Kuwait melakukan pencurian minyak mereka dengan cara melakukan pengeboran miring (sland driling) di padang Rumelia yang terletak diantara perbatasan kedua negara.

Pada bulan Agustus 1990 Saddam Husain memerintahkan melakukan penyerangan penuh ke Kuwait dengan pesawat tempurnya dan tentara langsung ke pusat Ibu kota Kuwait. Hanya berselang dua hari pertempuran negara Kuwait sudah jatuh ke tangan Irak dan Saddam Husain menjadikan Kuwait sebagai propinsi ke 19 Irak dan mengangkat Ali Hasan Al-Majid sebagai Gubernur Kuwait.

Dewan Keamanan mengecam Irak dan mengultimatum untuk segera meninggalkan Kuwait dan akan melakukan tindakan militer jika tidak meninggalkan Kuwait hingga 15 Januari 1991. Namun respon Saddam Husain justeru menolak meninggalkan Kuwait. Maka koalisi Amerika Serikat dan NATO serta beberapa negara arab menghimpun tentara sebanyak 700.000 dan siap menggempur Irak yang memiliki kekuatan pasukan sebanyak 300.000.

Gempuran yang dimulai tanggal 16-17 Januari 1991 yang disebut Operasi Badai Gurun. Diperkirakan ada sekitar 100.000 korban dari Irank dan berhasil membebaskan Kuwait dari penguasaan Irak. Tanggal 27 Februari pasukan koalisi berhasil membebaskan kwait.

Ternyata video dramatis Nayirah di ABC’s Nighline dan NBC Nightly News menyentuh jutaan pemirsa dan berhasil menggalang dukungan luar biasa bagi keterlibatan Amerika dalam konflik ini. Setelah perang selesai orang bertanya-tanya siapakah Nayirah Al Sabah tersebut. Diketahui ternyata Nayirah Merupakan putri Sheikh Saud Nasser Al-Saud Al-Sabah, Duta besar Kuwait untuk Amerika Serikat dan pernah belajar acting di Hill & Knowlton.

Bos perusahaan itu menandatangani kontrak 111 milyar dengan kerajaan Kuwait. Tugasnya sederhana, Ia harus berakting untuk membujuk Amerika menambil tindakan militer ke Irak dengan kesaksian dan air mata palsunya.

Diketahui dari wartawan ABC John Martin ternyata kesaksian berupa tentara irak membiarkan 300 bayi meninggal karena dikeluarkan dari inkubator tidak benar. Banyaknya bayi yang meninggal diakibatkan karena para perawat dan dokter pergi menyelamatkan diri ketika terjadi perang antara Irak dengan Kuwait.

Kebohongan Nayirah ini merupakan jenis propaganda kekejaman yang akan dikenang sebagai wanita pemicu perang dengan korban ratusan ribu jiwa. Ternyata efek samping dari berbohong tidak hanya merusak diri sendiri tapi juga orang lain.

Sumber Quora