Perkembangan Pariwisata Indonesia Tahun 2020

Posted on
Perkembangan Pariwisata Indonesia Tahun 2020
Perkembangan Pariwisata Indonesia Tahun 2020

Perkembangan bisnis pariwisata di tahun 2020 ini dirasakan cukup menurun. Walaupun pariwisata terlihat cukup ramai di area wisata. Ditambah lagi dengan merebaknya virus Corona yang lagi menyebar membuat penduduk dunia menjadi waspada. Begitu pula dengan pariwisata di Indonesia. Dengan merebaknya virus Corona menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia.

Bisnis pariwisata baik itu berupa resort, hotel dan destinasi wisata memang cukup potensial di Indonesia mengingat Indonesia secara alami memiliki potensi keindahan, keragaman dan keunikan budaya dan lain sebagainya. Semua potensi yang dimiliki oleh Indonesia yang masih terjaga menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit yang berasal dari luar negeri.

Ditambah lagi dengan ditunjangnya fasilitas yang mendukung pariwisata indonesia berupa Indonesia resort, hotel disertai dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang perkembangan pariwisata. Hal ini terlihat dengan giatnya Presiden Jokowi membangun dan memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia, seperti pembangunan Area Ekonomi Exlusive Mandalika dengan sirkuit moto GP nya, kunjungan ke Raja Ampat dan mempromosikannya di vlog Presiden Jokowi.

Kegiatan industri pariwisata harus ditunjang dengan kenyamanan dan keamanan yang dirasakan oleh para wisatawan. Dikarenakan industri pariwisata sangat sensitif dengan isu keamanan negara. Isu mengenai keamanan menunjuang kegiatan pariwisata. Semakin aman suatu wilayah maka para wisatawan akan berkunjung ke wilayah tersebut.

Seperti misalnya pada kasus kerusuhan tahun 1998, Bom Bali I dan II, kasus terorisme dan lain sebagainya bergampak langsung pada industri pariwisatah keseluruhan termasuk industri Indonesia Resort, Hotel dan Destination. Namun karena pengalaman yang sudah dimiliki maka saat ini Indonesia dapat menjaga kondisi iklim pariwisata di Indonesia agar tetap stabil dan berkembang.

Bisa dikatakan kalau pertumbuhan bisnis perhotelan serta pariwisata di Indonesia hadapi kenaikan yang lumayan besar. Perihal ini bisa dilihat bersumber pada meningkatnya jumlah kunjungan turis di Indonesia serta perkembangan industri pariwisata tercantum terus menjadi banyaknya hotel di Indonesia. Memanglah, Jakarta, Yogyakarta serta Bali sudah jadi barometer pariwisata nasional namun pada realitasnya banyak wilayah lain di Indonesia hadapi perkembangan pariwisata yang relatif kilat semacam Sulawesi Utara dengan Wakatobinya, Papua serta raja kepentingan- Nya, Bandung, Surabaya serta sebagian wilayah lain pula hadapi perkembangan pariwisata yang signifikan. Jumlah investor yang melaksanakan penetrasi dengan membangun jaringan hotel pula bisa jadi penanda bersama dengan tingkatan hunian di tiap- tiap hotel. Sebut saja hotel jaringan semacam Ibis Budget yang mempunyai tingkatan hunian 80% serta hotel Amaris yang sudah sukses menggapai tingkatan hunian 90%. Sedangkan jaringan Santika yang ialah pemain buat segmen pasar menengah sukses di 75%.

Secara universal bisa dikatakan kalau tingkatan hunian ataupun tingkatan hunian buat hotel kelas ekonomi terletak di kisaran 70% serta buat kelas menengah terletak di kisaran 80%. Jumlah ini tidak cuma didorong oleh jumlah turis baik nusantara serta mancanegara namun pula sebab sokongan pemerintah wilayah yang menyelenggarakan sebagian kegiatan di hotel semacam seminar, rapat, lokakarya serta aktivitas MICE yang lain.

Memanglah sepanjang ini Bali serta sebagian kota besar yang lain semacam Jakarta, Surabaya, Medan jadi sasaran potensial investor tas buat mendirikan hotel namun terdapat suatu yang menarik di provinsi DIY di mana investasi dalam industri perhotelan berkembang sangat pesat. 2 ataupun 3 tahun terakhir serta berpusat di kota Yogyakarta. Jumlah investasi yang mengalir ke pemerintah wilayah wajib menghasilkan moratorium ataupun ketentuan kontrol industri perhotelan buat melindungi penyeimbang pasokan serta permintaan di industri pariwisata. Tetapi demikian, langkah yang sama tidak diiringi oleh wilayah lain di provinsi DIY semacam di Kabupaten Sleman, Bantul serta 2 kabupaten yang lain di provinsi DIY. Para investor masih mempunyai ruang yang lumayan buat menembus investasi bisnis perhotelan di distrik- distrik ini.

Recent search terms: