Mengapa Burung Terbang?

Posted on

Content.idMengapa Burung Terbang? Tubuh burung mengalami modifikasi khusus yang membuat burung mempunyai kekuatan untuk terbang. Tulang-tulangnya berongga sehingga ringan. Tubuhnya juga amat ringan, sehingga dapat melayang dan terbang dengan usaha minimum. Misalnya, seekor elang mempunyai rentang sayap lebih dari 2 meter dan beratnya kurang dari 4 kilogram. Burung juga mempunyai kantong ekstra ketika berhubungan dengan paru-parunya untuk menyediakan oksigen ekstra ketika sedang mengepakkan sayapnya.

Akan tetapi, terbang bukan hanya masalah mengepakkan sayap naik-turun. Terbang adalah campuran dari melayang dan terbang yang didorong dengan tenaga. Ketika sayap dikepakkan, gerakannya rumit, mengayuh udara ke bawah dan ke belakang. Sebenarnya sayap diputar sehingga udara didorong ke belakang dalam arah yang tepat untuk memberikan daya angkat ke atas. Sayap diputar lagi pada gerakan ke depan sehingga dengan mudah meluncur melewati udara tanpa memperlambat kecepatan terbang burung. Bulu burung, yang membantu mengurangi tahanan angin dalam penerbangan, ideal karena amat ringan, tetapi juga kuat dan fleksibel.

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil dan dapat mengepakkan sayap dengan sangat cepat, penguin yang menyelam dengan sayapnya, hingga burung unta, yang lebih tinggi dari manusia. Sebagian besar spesies burung di dunia mampu terbang menggunakan sayapnya (mis. bebek, angsa, burung gereja, pelikan, burung hantu, elang, cenderawasih, dan masih banyak lagi), kecuali beberapa jenis burung yang biasanya endemik di tempat tertentu, seperti burung unta, moa, kasuari, kiwi, penguin, dan sebagainya. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.

Saat ini, burung diketahui merupakan turunan dari kelompok dinosaurus theropoda berbulu, dan dengan demikian merupakan satu-satunya anggota dinosaurus yang masih hidup. Dengan demikian juga, kerabat terdekat burung yang masih hidup adalah buaya. Burung adalah keturunan aviala purba (yang anggotanya termasuk Archeopteryx) yang pertama kali muncul sekitar 160 juta tahun yang lalu di Tiongkok. Menurut bukti DNA, burung modern (Neornithes) berevolusi pada periode Kapur Pertengahan hingga Akhir, dan melakukan diversifikasi secara cepat dan mencolok sekitar waktu peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen 66 juta tahun yang lalu, yang membunuh pterosaurus dan semua dinosaurus nonburung.

Catatan fakta

Falcon (elang pembunuh) adalah burung pemangsa yang makan burung lain dan binatang kecil. Burung ini diperlengkapi dengan cakar yang kuat dan paruh yang tajam untuk membunuh dan mengoyak-ngoyak mangsanya. Ketika falcon menukik menyambar mangsanya, sayapnya yang kuat ditutup dan jatuh seperti sebutir batu untuk menambah kecepatan. Otot yang kuat pada kaki burung ini membantu sebagai bantalan dari dampak yang amat kuat saat menyerang.