Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Posted on
Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?
Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Content.id – Sistem kekebalan atau sistem imun (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor.

Pertahanan awal terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari tubuh yaitu kulit, permukaan mukosa pencernaan, dan permukaan mukosa saluran pernapasan. Sistem tersebut memiliki banyak sel termasuk makrofag dan neutrofil (keduanya adalah fagosit) yang siap melumat organisme lain pada saat terjadi penetrasi pada permukaan kulit.[1] Pertahanan kedua adalah sistem imun adaptif.

Walaupun sistem pada keduanya mempunyai fungsi yang sama, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok, antara lain :

  • sistem imun adaptif tidak dapat terpicu secepat sistem imun bawaan
  • sistem imun adaptif hanya merespon imunogen tertentu, sedangkan sistem imun bawaan merespon nyaris seluruh antigen.
  • sistem imun adaptif menunjukkan kemampuan untuk “mengingat” imunogen penyebab infeksi dan reaksi yang lebih cepat saat terpapar lagi dengan infeksi yang sama. Sistem imun bawaan tidak menunjukkan bakat immunological memory.

Semua sel yang terlibat dalam sistem imun berasal dari sumsum tulang. Sel punca progenitor mieloid berkembang menjadi eritrosit, keping darah, neutrofil, dan monosit. Sementara sel punca yang lain progenitor limfoid merupakan prekursor dari sel T, sel NK, sel B.

Sistem imun dipengaruhi oleh modulasi beberapa hormon neuroendokrin. (wikipedia)

Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Tidak seperti sistem tubuh yang lain, sistem kekebalan tubuh tersebar di seluruh tubuh. Pertahanan utama terhadap penyerang seperti bakteri dan virus adalah sel-sel darah putih yang disebut limfosit yang disimpan dalam sistem getah bening tubuh. Sistem ini adalah suatu jaringan yang terdiri dari pembuluh berdinding tipis yang dijumpai di seluruh tubuh. Pembuluh ini berisi cairan seperti air yang disebut getah bening, yang dikumpulkan dari jaringan dan dikembalikan ke dalam darah.

Pada jarak tertentu sepanjang pembuluh getah bening terdapat tonjolan kecil yang disebut kelenjar limfa atau gertah bening. Limfosit disimpan dalam kelenjar getah bening ini. Limfosit dilepaskan secara bergelombang ketika tubuh terluka, atau ketika penyerang terdeteksi, dan limfosit mengerumuni bagian yang rusak untuk melindungi dan memperbaikinya,

Catatan fakta

Bayi yang baru lahir mendapat makanan dari air susu ibunya yang mengandung antibodi khusus, membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

5 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Tentang Sistem Kekebalan Tubuh

Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/fakta-sistem-kekebalan-tubuh-manusia/

Sistem kekebalan tubuh merupakan suatu sistem kompleks yang terdiri dari sel, jaringan, dan organ yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Meski begitu, ada banyak hal mengejutkan yang mungkin tidak Anda ketahui tentang sistem pertahanan alami tubuh Anda. Simak fakta mengejutkan seputar kekebalan tubuh manusia dalam artikel ini.

Bagaimana cara kerja sistem kekebalan tubuh menjaga kesehatan Anda?

Melalui serangkaian langkah yang disebut respon kekebalan tubuh, sistem kekebalan tubuh akan menyerang berbagai antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Antigen ini bisa berupa mikroba seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Bahkan jaringan tubuh orang lain yang masuk ke dalam tubuh – seperti saat melakukan transplantasi organ tubuh – bisa saja dianggap sebagai benda asing oleh sistem imun Anda sehingga menyebabkan reaksi penolakan tubuh.

Nah, kunci utama sistem kekebalan tubuh yang sehat adalah saat sistem ini mampu membedakan antara diri sendiri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, apabila ada suatu benda asing yang tidak dikenali masuk ke dalam tubuh, maka sistem ini akan melakukan proses pertahanan diri.

Tahukah Anda kalau sistem kekebalan tubuh manusia itu…

Setelah mengetahui cara kerja sistem kekebalan tubuh, berikut ini beberapa fakta mengejutkan kekebalan tubuh manusia yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Jarang salah

Bagi mayoritas orang sehat, sistem kebebalan tubuh atau bisa juga disebut dengan sistem imun beradaptasi dengan terus berubah dan merespon kuman yang baru, baik itu virus, bakteri, atau parasit, setiap harinya. Paparan terus menerus pada kuman ini membuat sistem imun terus mempelajari kuman dan membangun kekuatan untuk melawannya.

Namun, pada kasus yang jarang terjadi, orang yang memang memiliki kondisi kekebalan kronis seperti imunodefisiensi primer, sistem kekebalan tubuh mereka umumnya tidak bisa melawan kuman dengan maksimal. Nah, hal ini menyebabkan mereka rentan terkena infeksi.

2. Usus bekerja sebagai penjaga gerbang pertahanan tubuh

Bagian terbesar dari sistem imun manusia ada di saluran pencernaan atau usus. Menurut Dr.Katharine Woessner, dokter spesialis alergi, asma, dan imunologi, saluran cerna merupakan bagian dari sistem imun yang bekerja paling keras. Bagian ini juga terus menerus membedakan bakteri baik dan buruk untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum.

3. Kelenjar timus berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh

Kelenjar timus yang terletak di belakang tulang dada, yaitu antara paru, bertanggung jawab memproduksi sel darah putih atau limfosit (sel T). Sel T yang belum matang akan dikirim ke timus untuk dimatangkan dan menjadi bagian yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Kelenjar timus ini ternyata memiliki masa emas, yakni saat kita masih anak-anak. Begitu kita memasuki usia pubertas, kelenjar ini akan mengecil dan perlahan menjadi deposit jaringan lemak. Gangguan pada kelenjar ini di usia bayi dan anak-anak dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu.

4. Manusia bisa hidup tanpa limpa

Limpa merupakan organ tubuh berukuran besar dan penting dari sistem limfatik. Fungsinya adalah membersihkan darah dari virus, bakteri, dan benda asing lainnya di dalam tubuh. Terletak di belakang lambung dan di bawah diafragma, limpa memiliki banyak fungsi, termasuk menyaring sel darah merah yang rusak dan menyimpan sel darah putih untuk produksi antibodi.

Saat tubuh melawan infeksi, limpa akan membesar sementara. Menurut teori, manusia bisa hidup tanpa limpa, karena sistem imun kita memiliki banyak cara untuk melindungi tubuh dari patogen.

5. Antibodi berperan sebagai pasukan tentara

Ketika tubuh mendeteksi kuman atau zat asing yang memicu respon sistem imun, tubuh akan membuat antibodi. Begitu antibodi dibentuk, kemudian antibodi akan mengingat jenis zat asingnya dan membuat perlawanan agar zat asing itu tidak menyerang lagi. Pemahaman terkait fungsi antibodi ini melahirkan metode vaksinasi dalam mencegah penyakit tertentu.

Perlu diingat, agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan agar mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, melakukan perubahan gaya hidup yang sehat merupakan cara paling efektif menjaga sistem imun bisa bekerja optimal. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem imun adalah dengan cara cukup tidur, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari stres.