Bagaimana Sensitifnya Pendengaran Saya?

Posted on
Bagaimana Sensitifnya Pendengaran Saya
Bagaimana Sensitifnya Pendengaran Saya

Content.idBagaimana Sensitifnya Pendengaran Saya? Bunyi diukur dalam desibel (dB). Kita dapat mendengar bunyi mulai dari kegaduhan yang rendah sampai peluit bernada tinggi.

Bunyi paling rendah kadang-kadang dapat dirasakan dalam dada, sementara bunyi yang amat melengking mungkin demikian tinggi sehingga kita tidak dapat benar-benar mendengarnya.

Cicitan seekor kelelawar berada di batas dari bunyi yang dapat didengar manusia, dan banyak orang tidak dapat mendengar bunyi ini sama sekali.

Pendengaran kita tidak sangat sensitif dibandingkan dengan binatang seperti anjing, yang dapat mendengar bunyi dengan nada yang amat tinggi. Anjing dapat memberikan respons pada peluit supersonik yang sama sekali tidak dapat didengar oleh manusia.

Catatan fakta

Ketika kamu terbang naik pesawat terbang, telingamu mungkin menjadi cembung keluar karena udara di sebelaah dalamnya mengembang. Bila hal ini tidak terjadi gendang telingamu akan pecah karena udara yang terperangkap di dalam telinga kamu mengembang.

Lewat Suara, Lumba-lumba Jantan dapat Bedakan Kawan dan Musuh

Dikutip dari Sains Kompas, Kalau manusia menggunakan nama untuk mengenali orang lain, maka lumba-lumba hidung botol jantan mengidentifikasi lumba-lumba lain lewat suara.

Kesimpulan ini didapat para ilmuwan setelah mengamati perilaku lumba-lumba hidung botol jantan di lepas pantai Australia selama lebih dari 30 tahun.

Dijelaskan dalam laporan yang terbit di jurnal Current Biology, Kamis (7/6/2018) label vokal digunakan untuk mengelola jaringan sosial lumba-lumba.

Ide penelitian ini muncul setelah ada penelitian yang membuktikan lumba-lumba hidung botol jantan hidup berkelompok dalam waktu yang lama, bisa mencapai beberapa dekade.

Namun mereka tidak mengetahui bagaimana pejantan itu melakukan hal tersebut. Awalnya peneliti menduga sinyal vokal yang mirip akan membantu pembentukan dan mempertahankan hubungan ini.

“Kami menemukan lumba-lumba hidung botol jantan membentuk kelompok dalam waktu lama karena mereka dapat mengidentifikasi “nama” atau melabeli vokal lumba-lumba lain,” kata Stephanie King dari Universitas Western Australia dalam sebuah pernyataan dilansir Eurekalert, Kamis (7/6/2018).

“Penelitian kami menunjukkan “nama” membantu lumba-lumba jantan untuk melacak dan mengidentifikasi hubungan sosial mereka, yakni mengetahui mana yang teman dan mana yang lawan,” imbuhnya.

King dan timnya mulai memahami peran yang dimainkan oleh komunikasi vokal dalam mengkoordinasi perilaku sosial yang kompleks, termasuk kerja sama di dunia lumba-lumba hidung botol.

Penelitian bawah laut

Selama penelitian, para ahli merekam vokalisasi yang dibuat lumba-lumba menggunakan mikrofon bawah air atau dikenal dengan sebutan hydrophones.

Alat ini dapat mengetahui label vokal yang digunakan masing-masing pejantan. Setelah itu, ahli mengukur kemiripan sinyal-sinyal identitas vokal di dalam kelompok, untuk mengetahui apakah lumba-lumba jantan dalam satu kelompok memiliki kemiripan suara.

Hasil analisis menunjukkan lumba-lumba di dalam kelompok memiliki label vokal yang cukup berbeda. Ini artinya label vokal itu fungsinya mirip seperti nama.

“Anggota dalam lumba-lumba hidung botol rupanya masing-masing memiliki suara unik dan berbeda meski mereka ada di dalam satu ikatan kelompok yang kuat,” ujar King.

“Artinya “nama” untuk lumba-lumba lebih peting karena digunakan untuk melacak dan memelihara jaringan sosial,” imbuhnya.

Kini King dan timnya akan mempelajari masing-masing lumba-lumba denagn lebih dekat untuk mengeksplorasi bagaimana pejantan menanggapi anggota kelompoknya dalam konteks berbeda.

Sumber: ZERO.id

Salam