Apakah Corona Virus COVID-19 sama seperti SARS?

Posted on
Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 16 Maret 2020
Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 16 Maret 2020

COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

Tangkal Virus Corona, Kodim Bangli Bekali Anggota Ilmu Homeopathy

Virus Corona yang ditetapkan menjadi pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

Agar tak menimbulkan kepanikan di masyarakat, Kodim 1626/Bangli membekali anggotanya ilmu pengetahuan medis berupa pengobatan homeopathy atau pengobatan alternatif dari herbal.

Bekerjasama dengan RSUD Bangli, kegiatan ini diinisiasi Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Himawan Teddy Laksono. Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu menerangkan, layanan pengobatan tradisional di RSUD Bangli penting untuk diketahui anggotanya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat bawah.

Tujuannya, kata Letkol HTL, agar anggota dapat memberikan informasi kepada masyarakat dalam menjaga kondisi ketahanan tubuhnya menggunakan obat-obatan tradisional atau rempah-rempah yang memang sejak dulu kala digunakan sebagai obat oleh para leluhur kita.

“Saya sengaja melaksanakan kegiatan ini untuk anggota saya. Dengan menerima penjelasan layanan kesehatan tradisional, prajurit saya bisa menyampaikan informasi ini ke masyakarat. Kita kembali kepada rempah-rempah yang luar biasa tumbuh di bumi Indonesia ini sebagai pengobatan tradisional,” kata Letkol HTL kepada Liputan6.com, Sabtu (15/3/2020).

Direktur RSUD Bangli , dr I Nyoman Arsana menuturkan, rumah sakit pimpinannya saat ini memiliki layanan kesehatan tradisional komplementer.

“Kami digandeng oleh Kodim 1626/Bangli untuk menyosialisasikan layanan kesehatan tradisional komplementer di RSUD Bangli. Jadi, kesehatan itu tak hanya fisik, tetapi juga secara menyeluruh, paripurna, termasuk jiwanya,” katanya.

Kendati begitu, Dokter Umum Terlatih Saintifikasi Jamu RSUD Bangli, dr Anak Agung Gde Putra mengakui belum ada penelitian resmi yang menyatakan jika rempah-rempah bisa menyembuhkan seseorang yang terjangkit Virus Corona.

“Berkaitan dengan Virus Corona belum ada uji laboratorium yang menyebutkan bisa dibasmi dengan herbal. Tetapi, kita melakukan peningkatan daya tahan tubuh dengan menggunakan herbal yang memang banyak di Indonesia,” tuturnya.

Kepala Instalasi Radiologi RSUD Bangli, Anak Agung Dewi Adnyani menjelaskan, Indonesia memang negeri yang kaya akan tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan pengobatan.

“Kita banyak tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat. Tentunya pengobatan tanaman yang aman yang saintifik atau teruji ilmiah,” tuturnya.