Apa Nasihat Terbaik yang Bisa Diberikan oleh Wanita yang Telah Menikah Kepada Wanita yang Masih Lajang?

Posted on
Apa Nasihat Terbaik yang Bisa Diberikan oleh Wanita yang Telah Menikah Kepada Wanita yang Masih Lajang?
Apa Nasihat Terbaik yang Bisa Diberikan oleh Wanita yang Telah Menikah Kepada Wanita yang Masih Lajang?

Jawaban Erika Ananta

“Jangan buru-buru, hidupmu masih panjang, usiamu masih muda, jiwamu masih menggebu, berlari selagi kamu diberi kesempatan untuk itu.”

Itu adalah kalimat pertama dari ibu saya ketika saya lolos tes masuk kampus. Ibu saya seolah tahu seperti apa nanti kehidupan saya di kampus, maka saat saya memberitahu kalau saya lolos, justru kalimat itu yang keluar dari mulut ibu.

Saya pun secara tidak langsung melakoni ucapan ibu dengan sangat baik. Ikut organisasi, bertemu banyak orang, berdiskusi, belajar, main, berpendapat, mendapat banyak pengalaman.

Apakah dari kegiatan yang sudah disebutkan membuat laki-laki ada yang suka sama saya? Saya tidak tahu dan masa bodoh soal itu. Entah, saya juga tidak perlu mengerti dan peduli. Saya tak mau hidup saya disetiri oleh bayang-bayang bahwa ada laki-laki yang menyukai saya yang akhirnya membuat saya kepikiran akan diri saya sendiri.

Saran dari wanita yang telah menikah

Ada yang bilang bahwa jodoh itu adalah tentang right man, at the right time and the right place.

Saya mau ngasih saran atas pengalaman saya dalam bentuk poin-poin ya mbak.. ?

  1. Orang baik (berkualitas) itu tidak perlu pusing2 nyari jodoh, tidak perlu galau kalau belum bertemu jodohnya. Karena orang baik itu banyak yang nyari. Masalah waktu aja sih, Tuhan melihat kesiapan dan kemampuan kita aja, kalau kita dianggap siap, pasti Tuhan datangkan. Kalau saya ya, gak terlalu suka sama dating app gitu2.
  2. Selagi masih lajang, nabung lah banyak2. Serius, nanti akan terasa kalau sudah menikah. Karena awal – awal pernikahan bisa terjadi banyak kemungkinan.
  3. Selagi masih lajang, asahlah skill mu, jangan hanya menekuni pekerjaan tetapmu yang sekarang, namun skill2 yang nantinya bisa menjadi dasar untuk membuka usaha sendiri.
  4. Sebelum memutuskan menikah, galilah lebih dalam tentang masa lalu pasangan. Berapa mantannya, putusnya karena apa (misalnya). Jangan sampai urusan dia dengan mantannya belum selesai. Dan lebih penting lagi, bagaimana ia memperlakukan wanita. Bisa dilihat dari caranya memperlakukan ibunya, atau mantan2nya. Dan lihat lingkungan pertemanannya, karena sedikit banyak bisa mencerminkan sifatnya.
  5. Tidak ada manusia yang sempurna, dan jangan pernah mengharapkan kesempurnaan dari pasangan, sebaliknya tuntutlah diri sendiri agar selalu memperbaiki diri.
  6. Jangan pernah menceritakan persoalan rumah tangga pada orangtuamu. Seberat apapun masalahmu, tolong selesaikan berdua. Jika butuh curhat atau pendapat, lebih baik cerita ke teman, orang yang netral atas hubungan kalian. Karena setiap rumahtangga pasti ada masalahnya, dan menyangkut aib suami dan istri. Jika istri sedikit2 curhat ke orangtua, suami juga dikit2 curhat ke orangtuanya, pernikahan tersebut gak akan bertahan lama.
  7. Sebelum menikah, pastikan dahulu apa yang akan kalian lakukan setelah menikah, rencana2 kalian, mau tinggal di mana, mau kerja di mana, mau usaha apa, mau anak berapa. Ini salah satu kesalahan yg telah sy n suami lakukan. Waktu itu kami berpikir yang penting nikah dulu, toh kami berdua sama2 punya penghasilan, tapi setelah menikah mau bagaimana belum dibicarakan. Untungnya kami berdua punya skill yang menunjang kami bertahan hidup, tanpa harus bekerja di tempat orang.
  8. Untuk lelaki, kalian harus mandiri dan punya skill, agar tidak mudah disetir oleh bapak mertua. Kalian itu kepala rumahtangga, jangan mau kehidupan rumahtangga mu disetir oleh bapak mertua, di mana kah harga dirimu? Seorang wanita jika sudah bersuami, maka ia fokus kepada suaminya, anaknya. Yang harus wanita taati setelah bersuami adalah suaminya, bukan bapaknya.
  9. Meskipun begitu, (poin 8), tetep cari calon suami yang pengertian, yang nantinya juga menyayangi keluarga istri. Sang istri juga harus tau diri, mana yang menjadi prioritasnya sekarang.
  10. Bagi saya, definisi pernikahan ya kumpul. Dalam artian, jika bisa diusahakan untuk tidak LDM, ya usahakanlah betul2. Menikah bukan semata-mata nyari uang. Ya, hidup memang butuh uang, tapi jangan sampai diperbudak uang sampai lupa kebutuhan yang lain. Apalah arti pernikahan, jika suami dan istri tidak mengerti kehidupan satu sama lain.

Sepertinya cukup ini dulu ya mbak, berdasarkan pengalaman saya, nanti kalo ada lagi saya tambahkan.

Menikah itu proses kehidupan, bukan tujuan.

Menikah itu bukan tujuan, jadi jangan berlomba-lomba untuk mendapatkan pasangan. Bukan juga kompetisi, siapa yang lebih dulu resepsi, itulah yang berprestasi.

Okay, saya tau saya lajang. Tapi saya mau sotoy jawab ini.

Pasanglah standar pasangan yang sepadan dengan kualitas dirimu.

Gini, saya sering banget ngedengerin kriteria pasangan temen-temen saya. Maunya yang bertanggung jawab, pintar, mapan, tampan, tinggi, suaranya lembut, bisa masak, bisa main alat musik, dan lainnya yang membuat saya berpikir “ini lagi ngomongin tokoh Wattpad ya?”

Sebenarnya sah-sah aja sih kalau punya kriteria tertentu. Tapi, saya menganut kepercayaan kalau jodoh adalah cerminan karakter kita. Karakter ya, bukan fisik. Kalau kamu malas, ya biasanya jodohmu juga malas. Kalau kamu tekun, niscaya jodohmu juga tekun. Sebelum menuntut kriteria macam-macam untuk pasanganmu, sebaiknya tingkatkan lah kualitas dirimu dulu.

Kalau kualitas dirimu meningkat, kualitas lingkunganmu pun akan meningkat. Semakin meningkatnya kualitas lingkungan dan pertemananmu, maka kesempatan mendapatkan pasangan yang berkualitas pun akan meningkat.

Ingat ya, sepadan! Jangan juga mengalah sama statement “jadi wanita jangan terlalu pintar, terlalu mandiri, terlalu sukses, nanti cowok pada minder”. Justru karena kamu adalah sosok yang pintar, mandiri, sukses, maka hanya orang-orang pengecut yang tidak sepadan dengan kamu yang akan merasa minder.

Kamu harus paham tentang financial management.

Kebanyakan sumber masalah dalam keluarga itu merupakan masalah ekonomi. Punya uang terlalu sedikit, masalah. Punya uang terlalu banyak, masalah.

Sebelum menikah, belajarlah dan pahami pengelolaan finansial yang baik. Malah kalau bisa, selagi lajang, mulailah menabung. Kalau kamu berniat untuk menikah, mulailah membuat rencana finansial. Buat research tentang pengeluaran dalam keluarga, seperti listrik, air, pangan, sekolah anak.

Setelah menikah, ada baiknya kamu juga memiliki pendapatan atau sumber dana sendiri. Nggak perlu jadi wanita karir, bisa dengan investasi sederhana atau berjualan (usaha) kecil-kecilan.

Kamu nggak tau tentang masa depan, pria yang jadi suamimu kelak belum tentu selalu memiliki gaji berlebih. Bisa jadi, suatu saat ia akan bangkrut. Atau parahnya malah (amit-amit) selingkuh. Dengan memiliki sendiri, kamu masih bisa hidup mandiri.

Nasihat lain yang mungkin bisa di pertimbangkan

  1. Jangan cari jodoh. Apalagi dengan grusa-grusu. Niatkan untuk cari temen. Jalin pertemanan sebanyak-banyaknya. Bersahabatlah dengan cowok tanpa niat cari jodoh.
  2. Kemungkinan besar jodohmu akan datang dari lingkaran pertemananmu itu. Menikahlah dengan sahabatmu.
  3. Kenapa? Karena menjalani hubungan pernikahan yang dilandaskan persahabatan itu jauh lebih enak ketimbang yang cuma saling kenal – pdkt – jadian – pacaran – nikah.
  4. Jangan kamu duluan yang naksir. Inget, kamu cari temen. Bukan cari jodoh. Biarin temen-temen cowokmu yang terpesona duluan sama sikap, sifat, kepribadian, pembawaan, dan isi kepalamu. Selalu pilih dia yang memilihmu.
  5. Kenapa? Karena menikah dengan orang yang mencintai kita itu bikin kita bahagia. Nggak ada berantem diem-dieman sampe berhari-hari. Nggak ada bentak-bentakan. Nggak ada direndahin di depan umum. Kamu akan selalu merasa dihargai, dicintai, disayangi, bahkan setelah kalian bukan pengantin baru lagi.

Kalo udah nikah nanti:

  1. Jangan jadi jumawa dan besar kepala karena dicintai. Perbaiki terus kualitas dirimu dan buat dirimu bener-bener layak untuk dicintai seumur hidup.
  2. Jangan menginjak-injak suami dan memanfaatkan rasa cintanya ke kamu. Bahkan meski suami secinta itu sama kamu, seterobsesi itu, rela ngelakuin segalanya untuk kamu dan bahkan mengorbankan dirinya sendiri, jangan aji mumpung. Tetep hormati suami selaku kepala keluarga. Jangan lupa untuk bikin suami merasa dicintai juga.
  3. Mandiri. Bahkan meski penghasilan suami ratusan juta per bulan dan suami rela ngasih semua gajinya ke kamu, tetep cari penghasilan sendiri meski nggak seberapa. Kalo buat beli skincare aja sih, usahain pake uang sendiri. Jangan bergantung 100% secara finansial ke suami.
  4. Luangkan waktu untuk ngobrol sama suami tiap hari. Kalo bisa sebelum tidur, untuk ketawa bareng, merenung bareng, dan introspeksi bareng.
  5. Terakhir, jangan nyinyirin mereka yang belum nikah. Nggak semua orang pengen settle down dan punya anak. Semua orang punya cara bahagianya sendiri-sendiriUdah nikah dan punya anak nggak membuatmu jadi lebih superior dari temen-temenmu yang belum.

Sumber Quora